TURN BACK HOAX INFO
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Oktober 2017

thumbnail

Presiden Trump sebut penembakan Las Vegas Sebagai 'setan sejati'.

bbc 

Sedikitnya 58 orang tewas sementara lebih dari 400 lainnya luka-luka dalam insiden penembakan yang paling buruk dalam sejarah modern Amerika Serikat.
Dalam pidatonya di Gedung Putih, Presiden Trump juga mengatakan seluruh bangsa bersatu dalam kesedihan, keterkejutan, dan duka cita.
Didampingi ibu negara Melania dan Wakil Presiden, Mike Pence -bersama istrinya, Karen- Presiden Trump memimpin hening cipta selamat satu menit di halaman Gedung Putih.

Kepolisian Las Vegas mengatakan pelaku penembakan adalah laki-laki setempat berusia 64 tahun bernama Stephen Paddock yang melepaskan tembakan dari lantai 32 Hotel Mandalay Bay ke arah konser ruang terbuka yang berlangsung di lapangan tak jauh dari hotel.
Ia ditemukan tewas di kamar hotelnya dan polisi menemukan beberapa pucuk senjata.
Angka korban bisa bertambah dan jika memang demikian keadaannya ini menjadi salah satu insiden penembakan paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir di Amerika Serikat, melebihi angka korban insiden penembakan di klub malam di Orlando tahun lalu yang menewaskan 49 orang.
Sebelumnya polisi mengatakan mencari Marilou Danley, perempuan berdarah Asia yang disebutkan punya hubungan dengan tersangka pelaku penembakan.
Oleh media di Australia, Danley dilaporkan memegang paspor Australia dan 'besar kemungkinan keturunan Indonesia'.
Beberapa jam kemudian sumber-sumber polisi kepada CNN dan Fox News mengatakan ia telah ditemukan dan dikatakan 'tidak terkait dengan insiden penembakan'.
Polisi mengatakan penembakan itu diyakini merupakan serangan 'lone wolf,' serangan yang dilakukan berdasarkan prakarsa sendiri.
Diyakini pula ia tidak terkait dengan kelompok militan mana pun.



thumbnail

Penembak Las Vegas

bbc

Stephen Paddock, Pria berusia 64 tahun itu, yang tinggal di Mesquite, Negara Bagian Nevada, melepas tembakan bertubi-tubi ke arah kerumunan penonton konser yang menampilkan penyanyi musik country, Jason Aldean.
Pihak berwenang mengatakan dia adalah seorang pensiunan akuntan yang memiliki lisensi untuk menerbangkan pesawat terbang kecil dan sebelumnya tidak memiliki catatan kriminal.
Jumlah korban jiwa yang jatuh akibat aksinya merupakan yang terbesar sepanjang sejarah modern Amerika Serikat: melebihi 49 korban jiwa di kelab malam di Orlando, Negara Bagian Florida, pada Juni 2016 lalu.
Biro penyidik federal Amerika Serikat juga sudah menyingkirkan kemungkinan kaitannya dengan terorisme internasional walau ada klaim dari kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.
Seorang pejabat mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa pria penembak tersebut memiliki sejarah masalah psikologis.
Sementara Staisun TV NBC News melaporkan Paddock baru-baru ini melakukan transaksi judi senilai puluhan ribu dolar -berdasarkan keterangan aparat keamanan- namun tidak diketahui apakah dia kalah atau menang.
Kepolisian Las Vegas mengatakan pelanggaran hukum yang sebelumnya tercatat dilakukan oleh Paddock terbatas pada sebuah pelanggaran lalu lintas biasa.
Saudaranya, Bruce Paddock, menjelaskan kepada NBC bahwa dia mendapat pemasukan dari gedung apartemen, yang dimiliki dan dikelola bersama ibunya, yang tinggal di Florida.
Penyidik sudah melakukan pemeriksaan atas rumah dua kamar miliknya, yang berada dalam kawasan kompleks para pensiunan di Mesquite, sekitar satu jam perjalanan mobil dari Las Vegas.
Saudaranya yang lain, Eric Paddock, mengatakan kepada koran Las Vegas Review-Journal, "Seperti asteroid yang jatuh di atas keluarga kami."
"Tidak ada alasan untuk kami membayangkan Stephen akan melakukan sesuatu yang seperti ini."
Kepada para wartawan, Eric menambahkan bahwa saudaranya itu 'sama sekali tidak keranjingan senjata api' dan 'tidak memiliki latar belakang militer'.
"Dia seorang pria yang tinggal di sebuah rumah di Mesquite, menyetir dan berjudi di Las Vegas. Dia berkegiatan, makan burritos."
Namun disebutkan dia memiliki beberapa senjata yang legal. "Dia mungkin memiliki satu senjata (laras) panjang, namun disimpannya di tempat aman," tambah Eric seperti dikutip Stasiun TV CBS News.
Tahun 2012, Paddock pernah mengajukan gugatan hukum dengan landasan kelalaian atas Hotel The Cosmoplitan di Las Vegas karena dia terjatuh akibat 'halangan' di lantai.
Namun gugatan hukum itu ditarik oleh kedua belah pihak pada tahun 2014.
Penyidik juga sudah mewawancarai pasangan satu rumahnya, Marilou Danley, yang 'tidak lagi dicari sebagai orang yang ingin diketahui'.
Perempuan berusia 62 tahun itu diyakini sebagai pacar Paddock dan -menurut polisi- tidak bersamanya ketika masuk ke hotel Mandalay Bay.

Penembakan Las Vegas (bbc)



Jumat, 29 September 2017

thumbnail

Pemilik Akun Jonru Ginting Ditangkap Atas Tuduhan ‘Tebar Kebencian’


Nama Jonru mulai dikenal jagat media sosial di Indonesia menjelang pemilihan presiden 2014 lalu.
Di medsos, akun Jonru Ginting memiliki 1,47 juta pengikut. Akun medsos lainnya yang terkoneksi dengan akun tersebut yakni Twitter 92,5 ribu pengikut, Instagram 66,7 ribu, dan Periscope 531 pengikut.
Penetapan Jonru sebagai tersangka dilakukan setelah dia menjalani pemeriksaan sejak Kamis (28/09) sore hingga Jumat (29/09) dini hari WIB.
Kepastian penahanan Jonru dikemukakan pengacaranya, Juju Purwanto, kepada wartawan. Menurutnya, penahanan Jonru “terlalu dipaksakan” mengingat status kliennya dalam pemeriksaan kemarin adalah sebagai saksi.
Jonru telah dilaporkan ke polisi sebanyak tiga kali. Laporan pertama disampaikan seorang warga bernama Muannas Al Aidid dengan tuduhan ujaran kebencian di media sosial.
Muannas mengaku mendasari pelaporannya pada beberapa dokumen lain yang berisi postingan dari akun-akun yang diduga milik Jonru Ginting di Instagram, Facebook, dan Twitter. ”Beberapa postingannya kita ambil, kemudian kita laporkan sebagai bukti laporan.”
Dalam beberapa postingan itu, kata Muannas, akun-akun tersebut diduga ‘bersemangat memberi pemahaman kepada publik yang tendensinya SARA’.
Setelah dilaporkan Muannas, Jonru dilaporkan seorang warga bernama Muhamad Zakir Rasyidin dengan tuduhan pencemaran nama baik. Salah satunya adalah mencakup unggahan Jonru soal Presiden Joko Widodo.
Laporan ketiga dilayangkan Muannas karena Jonru dinilai tidak jera dengan unggahan-unggahan yang dilakukannya di Facebook. Dia diduga menyebut Muannas sebagai keluarga dari petinggi Partai Komunis Indonesia Dipa Nusantara Aidit.

Sumber Berita : http://www.turnbackhoax.info/
thumbnail

KPK Terbitkan Sprindik Baru


Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Cepi Iskandar mengabulkan gugatan praperadilan Setya Novanto. Dengan demikian, Ketua DPR itu kini tidak lagi berstatus sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP. “Mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian,” kata hakim tunggal Cepi Iskandar, saat membacakan vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (29/9).
Hakim menilai bahwa penetapan Novanto sebagai tersangka oleh KPK tidak sesuai dengan prosedur. Berdasarkan hal tersebut, hakim memutuskan bahwa penetapan tersangka terhadap Novanto tidak sah.
Dalam gugatannya, Novanto mencantumkan 6 poin permohonan (petitum). Salah satunya adalah meminta agar pengadilan menyatakan penetapan tersangka KPK terhadap dirinya adalah tidak sah. Selain itu, Novanto juga meminta pengadilan agar KPK menghentikan penyidikan terhadap dirinya.
Setya Novanto akhirnya menanggalkan status tersangkanya usai hakim Cepi mengabulkan praperadilannya yang diajukannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Menanggapi bebasnya Setnov, KPK mengaku kecewa terhadap putusan hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Dengan demikian, upaya penanganan kasus megakorupsi e-KTP menjadi terhambat. Pun begitu secara institusional lembaga anti rasuah tersebut tetap menghormati peradilan dan pelaksanaan tugas yang dilakukan sesuai dengan hukum yang berlaku.  Terkait dengan pertimbangan hakim  Cepi, dimana kesimpulannya terkait penetapan  tersangka terhada Novanto yang dianggap   tidak sah, KPK bakal mengkaji keputusan itu,  untuk  menentukan langkah selanjutnya.
KPK memastikan komitmen untuk terus menangani kasus KTP elektronik yang diduga sangat merugikan keuangan negara. “Banyak pihak yang diduga terlibat, telah menikmati indikasi aliran dana dari proyek KTP Elektronik ini tentu tidak adil jika dibiarkan bebas tanpa pertanggungjawaban secara hukum,” ujar Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif, saat dihubungi melalui Whatsap, Jumat (29/9).
Terpisah, Kepala Biro Hukum KPK saat dikonfirmasi usai mengikuti sidang pra peradilan mengatakan, putusan praperadilan ini tak membuat KPK patah arang. Mereka memastikan masih ada upaya hukum lain yang bisa dilakukan KPK terhadap Novanto, yakni penerbitan sprindik baru. “Mengacu pada isi ataupun ketentuan yang berada dalam normatif peraturan MA Nomor 4 tahun 2016, yang mana di dalam aturan MA menyebut bahwa apabila dalam penetapan tersangka dibatalkan, penyidik dibenarkan untuk mengeluarkan surat perintah baru,” ujarnya.
Meski diberi hak untuk mengeluarkan sprindik baru, namun sikap tersebut belum tentu akan diambil KPK dalam waktu dekat. Mereka mengatakan, saat ini KPK akan melakukan konsolidasi dan evaluasi terlebih dahulu. “Kami akan mempelajari, meneliti kembali isi dari putusan hakim tunggal tersebut untuk evaluasi dan konsolidasi bersama tim penyidik dan JPU, serta yang di kantor KPK dan pimpinan untuk langkah-langkah berikutnya,” jelas Setiadi.

Sumber berita : Sumut Pos
thumbnail

UNGKAP KASUS PEMBUNUHAN, POLRESTABES MEDAN KEBANJIRAN PAPAN BUNGA BERTULISKAN UCAPAN TERIMAKASIH

o


Pemandangan tidak biasa terlihat di halaman dan sekitar markas Polsek Medan Kota dan Polrestabes Medan. Selasa (26/9/2017) tampak puluhan papan bunga terjejer rapi disekitarnya. Papan bunga yang rata rata berisikan ucapan selamat dan terimakasih tersebut dikirimkan oleh masyarakat dan berbagai komunitas pengemudi online.
“Masyarakat sangat mengapresiasi kecepatan dan keberhasilan jajaran Polsek Medan Kota dan Polrestabes Medan atas prestasinya kurang dari 48 jam berhasil mengungkap kasus perampokan sekaligus pembunuhan terhadap dua orang driver Aplikasi online,” jelas Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Dra Rina Sari Ginting.
Terpisah, salah satu personil kepolisian yang ikut dalam tim gabungan dalam mengungkap kasus perampokan dengan modus begal kendaraan tersebut merasa terharu dan tidak menyangka atas apresiasi yang positif yang diberikan kepada mereka atas keberhasilan kerja yang mereka lakukan.
“Cukup jarang mendapat apresiasi positif langsung seperti ini dari masyarakat, terharu, semoga dapat lebih memacu kami untuk semangat mengungkap kasus kasus kejahatan jalanan lainnya,” ujarnya sembari meminta namanya tidak usah disebutkan.
Tadi pagi, apresiasi positif juga diberikan sesama pengemudi grab bike dengan membentang spanduk berisikan ucapan terimakasih dan dukungan kepada Kepolisian karena berhasil mengungkap kasus perampokan begal dan pembunuhan rekan grab mereka korban Riduan Limbong. Spanduk ucapan terimakasih yang mereka bentangkan dilakukan saat pelaksanaan pres rilis Kapolda Sumut saat memaparkan keberhasilan pengungkapan tersangka perampokan modus begal terhadap pengemudi taksi dan motor online tersebut.
Sebelumnya diberitakan tim gabungan jajaran Polrestabes Medan berhasil mengungkap dalam hitungan kurang dari 48 jam, dua kasus menonjol perampokan disertai pembunuhan yang dilakukan terhadap dua orang pengemudi online ditempat terpisah.
Pada hari Sabtu tanggal 23 September 2017 sekira pukul 05.30 WIB di bundaran Hotel Pardede Medan Jl. Juanda Kec.Medan Polonia, korban pengemudi ojek online GRAB, Riduan Limbong, (33), warga Kec. Medan Helvetia harus meregang nyawa karena mempertahankan sepeda motornya dan mendapat luka tusuk tikaman dari para tersangka Mailando Dewantoro, Zeilani als Ze, Harianto Als Ari Tato dan A (DPO).
“Tersangka Zeilani als Ze dan Harianto Als Ari Tato terpaksa mendapat tembakan dari petugas hingga menyebabkan keduanya tewas karena mencoba melukai petugas saat hendak ditangkap. Dalam tempo kurang dari 24 jam, para pelaku perampok dan pembunuh korban pengemudi ojek online tersebut berhasil diungkap aparat Polrestabes Medan,” ujar Kombes Rina.
Selanjutnya kejadian menggenaskan terhadap driver online kembali terjadi. Kali ini menimpa supir taksi online GRAB David Julher Simanjuntak, SH, (46) warga Kel. Sudirejo. David tewas dengan berbagai luka tusukan yang dilakukan oleh tersangka Ari dan Rizky.
“Kedua tersangka tersebut menyamar sebagai penumpang sebelum merampok dan membunuh korban David Julher Simanjuntak, SH, (46) warga Kel. Sudirejo dengan menggunakan senjata tajam, dan membuang mayatnya ke dalam parit di Jl Turi Medan, Minggu (24/9) kemarin. Petugas bergerak cepat dan dalam tempo kurang dari 24 jam, kasus perampokan dan pembunuhan ini dapat diungkap petugas gabungan Polrestabes Medan,” jelas Kapolda Sumut saat pelaksanaan rilis kasus tersebut, Selasa pagi (26/9/2017).
Saat mendapati lokasi para tersangka, petugas kemudian melakukan pengejaran. Namun mereka kabur saat dikejar. Kendaraan hasil kejahatan yang mereka bawa kabur itu menabrak sebuah tiang. Tersangka Ari kemudian keluar dari pintu kemudi sopir dengan mengayunkan parang. Petugas yang mau diserang langsung melepaskan tembakan peringatan namun tidak dihiraukan hingga terpaksa menembak mati kedua tersangka.
Kini jenazah keempat tersangka pelaku begal tersebut telah disimpan di ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Tk II Polda Sumut.


Kamis, 28 September 2017

thumbnail

Polisi Tembak Perampok Grab



Setelah melakukan penyelidikan terhadap kasus perampokan yang menewaskan dua pengemudi angkutan berbasis online (Grab) akhirnya polisi berhasil menangkap para pelaku.
Tercatat, dari pengungkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan lima pelaku. Empat di antaranya terpaksa ditembak mati oleh petugas karena melawan saat akan dibekuk.
Informasi dihimpun, Selasa, (26/9/2017) di rumah Sakit Bhayangkara tingkat II Medan, kelima tersangka yang dimaksud ialah Ari dan M Rizky, keduanya perampok pengemudi Grab bernama David Julher Simanjuntak. Sedangkan Zaelani alias Zei (25), warga Perumnas Mandala, Harianto alias Ari Tato (22), dan Mailando Dewantoro (23) warga Jalan Tuba IV Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai.
Nama terakhir saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Mapolsek Medan Baru. Sebab, ia ditangkap ketika sedang beraksi merampok Ridwan Limbong di bundaran hotel Pardede pada Sabtu pekan lalu. “Dalam waktu lebih kurang 30 jam, para pelaku berhasil diringkus,” ujar Kapolda Sumut, Irjend Pol Paulus Waterpauw didampingi Waka Polda, Brigjen Pol Agus Andrianto, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho dan jajarannya di rumah sakit Bhayangkara tingkat II Medan
Lebih lanjut dijelaskan Paulus, para pelaku yang ditembak umumnya karena melawan saat ditangkap. Untuk tersangka pelaku perampokan supir Grab Car, kedua pelaku diringkus saat mengendarai mobil korban. Keduanya diringkus setelah mobil milik korban yang dikendarai pelaku menabrak pohon di Jalan Pandu Medan. “Polisi mengetahuinya dan menghadang kedua pelaku, namun pelaku justru melarikan diri sehingga polisi memberikan tembakan peringatan beberapa kali setelah sebelumnya sempat terlibat aksi kejar–kejaran,” jelas alumnus Akpol tahun 1987 ini.
Mantan Wakil Kepala Badan Intelejen Mabes Polri ini menerangkan, untuk perampok driver Grab Bike ditangkap di Jalan Sabaruddin, pada Sabtu (25/9) sekitar pukul 21.00 WIB. Namun karena melawan, dengan menyerang petugas menggunakan pisau saat ditangkap di Jalan HM Joni pada Minggu, (24/9/2017). “Petugas langsung memberikan tindakan tegas terhadap pelaku. Aksi kawanan begal ini sudah di luar batas kemanusiaan,” terang Paulus.
Selain itu, Mantan Kapkolda Papua ini menegaskan, para pelaku tidak berprikemanusiaan. “Mereka merampas harta tidak mengukur akibatnya. Sehingga banyak korbannya yang meninggal. Karena mereka tidak menghargai kita, kita juga tidak menghargai mereka. Jadi imbang, mereka kita tindak,” tegasnya sembari menambahkan pihaknya tengah memburon satu pelaku perampok Grab Bike.
Sementara itu, orangtua Ridwan Limbong yang hadir pada kesempatan tersebut mengapresiasi kinerja pihak kepolisian yang dalam tempo singkat berhasil meringkus pelaku. “Terima kasih kepada Pak Kapolda. Pembunuh anak Saya dalam waktu singkat berhasil diringkus,” ucapnya.
Hal senada juga diungkapkan Yorida Sihombing, isteri mendiang David Julher Simanjuntak, pengemudi Grab yang jenazahnya ditemukan di Jalan Sempurna. Ibu dua anak ini bersyukur pelaku yang merampok suaminya berhasil ditangkap dan ditembak mati.

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Izin Usaha Hotel Alexis Ditutup, Pihak Manajemen Memberikan Klarifikasi

Jakarta - Kita mengambil keputusan untuk tidak meneruskan izin usaha bagi Alexis," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Meda...